3 Jurus Jitu Mudik Aman dan Nyaman

6 Jul 2015

image by Garda Oto

Saya tertarik dengan istilah yang saya dengar dan lihat di hari sabtu, 4 juli 2015 ketika saya ikut berbuka puasa bersama Asuransi astra di acara estafetnya yakni Garda Oto Holiday Freestival dari tanggal 1 juni – 31 juli ’15.

Adalah OKE, 3 jurus jitu mudik itu . ya, OKE adalah singkatan dari Observasi, Kenali dan Eksekusi. Bapak Marcell Kurniawan selaku Training Director RDC (The Real Driving Center) menjelaskan jurus mudik ini. Sebelum membahas OKE pertama perlu diketahui bahwa angka kecelakaan di tahun 2014 mencapai 1.832 korban jiwa, 2.551 diantaranya luka berat dan ringan sedangkan korban tewasnya mencapat 352 jiwa. Bandingkan jumlah kecelakaan dan korbannya, korban hampir dua kali lipatnya dari jumlah kecelakaan, itu artinya setiap kecelakaan bisa 2 – sekian orang. hanya karena tidak memiliki persiapan OKE, jiwa melayang dengan mudahnya saat perjalanan mudik, walaupun kita tahu hidup itu atas kuasa Tuhan.

Pengalaman adalah guru yang baik, dan data jumlah kecalakaan tahun 2014 bisa jadikan kita sebagai guru agar kesadaran berkendara yang aman dan nyaman benar-benar disadari. Setelah mendapatkan guru, maka isi materinya adalah membahas OKE dan mempraktekkannya.

  1. Observasi, sebelumnya adalah kita haru melihat, memperhatikan, merasakan, dan mendengarkan agar informasi persiapan sebelum mudik cukup, termasuk baca postingan ini, hehe.
  2. Kenali, informasi kita dapatkan maka selanjutnya adalah kita harus kenali, yakni agar kita bisa membaca dan mengenali tingkat resiko-resiko yang mungkin akan terjadi dan mampu mencari cara mengantisipasinya.
  3. Eksekusi, setelah observasi dan kenali sudah fix, maka yang harus dilakukan adalah memutuskannya secara cepat dan di waktu yang tepat.

OKE Fisik dan Psikis

Tentu fisik harus dalam keadaan oke, jangan ketika sakit cacar dan demam berdarah memaksakan nyetir mobil. Bahaya. Maksudnya begini, kecelakaan itu terjadi salah satunya karena faktor fisik, diantaranya; karena kesehatan fisik, sikap fisik saat berkendara, kedisiplinan fisik saat mengemudi, dan skill yang dimiliki. Jadi fisik benar-benar harus dipersiapakan. Yang kedua adalah psikis. Jika fisik saja tidak diperhatikan maka psikis juga terabaikan. Kedua hal ini saling berhubungan, apalagi mudik di bulan puasa, fisik oke maka psikis juga oke. Faktanya, resiko mengembudi saat berpuasa psikis kita terganggu, diantaranya persepsi special kita memburuk, tingkat konsentrasi menurun, kelelahan dan mengantuk akibat perubahan jam tidur dan mudah tidak sabaran inginnya cepat-cepat sampai tujuan.

Faktanya lagi, mengemudi setelah tidak tidur selama 17 jam, memiliki resiko kecelakaan yang sama dengan pengemudi dengan 0.05% kadar alcohol dalam darahnya. Dan jika tidak tidur hingga 24jam, kadar alcohol dalam darahnya mencapai 0.10%. jadi intinya, fisik oke, psikis juga oke. Lanjut.

OKE Kendaraan

Lucu dong, fisik dan psikis sudah oke tapi kita gak punya kendaraan buat mudik. Seperti halnya kaum jomblo akut, lahir dan batin sudah siap tapi calon istri belum punya. Mau calon istri atau kendaraan sama-sama penting, istri untuk dibina menjadi keluarga, sedangkan kendaraannya untuk mengangkut isi keluarga. Halah, malah bahas apa ini.

image by asuransiastra.com

Sebelum mudik, kendaraan anda dipastikan OKE : Oke mesin, Oke Transmisi, Oke kelistrikan, Oke Kaki-kaki, Oke Wiper, Oke Roda dan ban. Lalu kemudian periksa sebelum mengemudi, diantaranya

BBM, Pastikan tangkinya tidak bocor dan terbakar
Air, pastikan dan periksa ketinggian air radiator, air acu dan air wiper. Jangan sampai mengisinya kebolak-balik.
Listrik, pastikan semua lampu dan indicator menyala. Sediakan, lampu tambahan buat jaga-jaga, kalau perlu bawa senter.
Oli, jangan gunakan oli bekas, pastikan dan periksa kondisi dan ketinggian oli mesin, oli transmisi, minyak power stering dan minyak rem.
Tekanan angin, gak boleh terlalu rendah juga terlalu tinggi.

OKE Dalam Perjalanan

Setelah Oke fisik psikis dan kendaraan, maka sekarang tinggal bagaimana caranya harus Oke dalam perjalanan. Kan gak lucu ya, ketika persiapan udah siap semua tapi dalam perjalanan malah memakai mobil dan sopir sewaan. Hhhh.

Dalam perjalanan kita harus LRDC (lihat, rasakan, dengarkan, dan cium). Lihat, setiap indicator meter dan bagian-bagian kendaraan dan juga keamanan kargo. Rasakan, perubahan respon kendaraan terhadap jalanan. Dengarkan, suara yang tidak biasa (abaikan jika ada salah satu penumpang buang angin). Cium, bau yang tidak biasa yang mengindikasi kerusakan (bukan kerusakan focusnya pengemudi karena bau angin tadi).

Dalam perjalanan pula ada beberapa hal yang harus kita ketahui agar perjalanan sesuai yang kita harapkan, diantaranya;

Berkendara Saat Macet. pastikan dan jaga jarak aman. Bagaimana caranya? Bila si pengemudi tingginya lebih dari 170 cm, pastikan mata dapat melihat ban belakang mobil di depan, dan apabila si pengemudi tinggi badannya 160-169 cm pastika masih dapat melihat bumper belakang mobil di depan.

Saat macet kadang juga rawan diserobot mobil lain, untuk menangkis serangan serobotan bertubi-tubi tersebut, maka si pengemudi harus peka terhadap mobil kedua di depannya, apabila mobilnya bergerak, anda mulai bergerak juga. Dijamin aman.

Berkendara Saat Malam Hari. Faktanya, berkendara di malam hari memiliki resiko bahaya hingga 4 kali lipat dibandingkan berkendara di siang hari. Apalagi kalau yang mengemudi udah udzur, innalillahi, sebaiknya jangan, karena mata tua membutuhkan lebih banyak cahaya untuk melihat objek secara jelas dimalam hari. Jangan memacu kecepatan diatas 80km/jam, karena kecepatan tinggi saat malam hari dapat menyebabkan jarak berhenti (mengerem) lebih jauh dari jarak pijar lampu.

Berkendara Saat Cuaca Buruk. Faktanya, 60% korban jiwa kecelakan terkait dengan cuaca saat hujan. Kabut dapat mengurangi jarak pandang hingga 400 meter. Di jalan yang basah, jarak berhenti akan bertambah hingga 50% saat berkendara dengan kecepatan 60km/jam.

image by asuransiastra.com

Selain itu dalam perjalanan mudik kita juga harus bisa memanfaatkan teknologi digital yang ada, salah satunya dengan mengunduh aplikasi Oto Mobile ( http://www.asuransiastra.com/gardamobile ) yang menghadirkan banyak fitur didalamnya, diantaranya; fitur pencari posko mudik, fitur pencari rest area, SPBU, supermarket terdekat, dan ada juga fitur pengingat dan pemantau kinerja kendaraan.

Dan yang paling penting OKE dalam perjalanan adalah, jika lelah dan mengantuk, beristirahatlah, jangan sok-sok an jadi pembalab dalam perjalanan mudik, karena sebaik-baiknya pembalap mobil sekelas Lewis Hamilton dia gak pernah balapan di jalur pantur dan selatan.
Itulah jurus jitu mudik aman dan nyaman yang saya dapatkan disaat acara berlangsung bukan dari hasil guugling. Intinya semua harus OKE bila ingin sampai di kampung halaman dengan selamat.

Oke selanjutnya.

Dalam event ini sebenarnya masih banyak pemateri-pemateri kredibel yang belum saya ceritakan seperti, Dr. Doddy dari Garda Medika yang menjelaskan tentang tips dan trik saat berpuasa, beliau menyarankan agar beraktifitaslah seperti biasanya jangan gara-gara puasa jadi malas-malasan, minumlah air putih minimal 10 gelas dan makan sayur dan buah-buahan. Ada Ibu Endah dari Polda Metro Jaya dan Bapak Iwan Pranoto dari Asuransi Astra.

Event ini tidak hanya sekedar memberikan tips mudik saja melainkan para tamu undangan diberikan fasilitas cek kesehatan gratis, yakni cek gula darah, asam urat dan kolesterol. Saya memanfaatkan fasilitas yang satu ini, karena jujur baru kali pertama saya cek darah, dan yang sangat mengejutkan hasil diagnosenya adalah saya harus jauh lebih sehat lagi dalam pola makan dan hidup, menjaga apa yang dimakan dan rajin olah raga.

Di sesi terakhir para tamu undangan diajak berbuka bersama dengan menu makanan sekelas Munchies Resto, dan ditemani high performance dari teh laras, Friends Band. Oiya, sebagai penutup Garda oto juga mengumumkan 10 terbaik blog competition juga memberikan doorprize yang gak kalah seru.


TAGS


Comment
-

Author

Follow Me