Warga Perantau Magelang Sambut Baik Reaktivasi Jalur KA YK - MGL

31 Oct 2014

Stasiun Pasar Kota Magelang

Wacana reaktivasi 13 ruas jalur kereta api di wilayah Jawa Tengah termasuk salah satunya adalah jalur secang – yogya memang sudah bergulir sejak beberapa tahun silam. lagi, wacana tersebut mencuat di Koran Kedaulatan Rakyat edisi sabtu, 27 september 2014 halaman 2 dengan judul, “Jalur Rel Yogya Borobudur Kembali Diaktifkan”, sontak warga Magelang khususnya yang mendengar kabar burung ini sangat antusias, terlebih warga perantau Ibu kota asal magelang seperti saya ini.

Saya dan teman-teman warga Magelang sendiri yang tergabung dalam grup facebook yang bernama Komunitas Kota Toea Magelang menyambut gembira kabar ini, terlihat dari postingan-postingan warganya seputar photo dan ulasan-ulasan menarik tentang peninggalan-peninggalan eks Spoor di Magelang dan sekitarnya. Tidak sampai disitu, hari minggu, 28 september 2014 komunitas tersebut mengadakan tour djeladjah djaloer spoor #3 bertepatan dengan hari ulang tahun Kereta Api Indonesia ke-69, tidak lain adalah keinginan mereka untuk nguri-nguri sejarah, budaya dan bangunan-bangunan yang bersejarah khususnya peninggalan eks spoor.

Terlepas dari itu, sebenarnya ada yang lebih menarik untuk diungkapkan mengenai reaktivasi jalur KA Yogya – Borobudur, yakni sambutan gembira oleh para warga perantau asal Magelang yang tersebar diberbagai kota di pulau jawa.

Warga perantau sendiri untuk kembali ke kampung halaman di Magelang moda transportasi massal yang digunakan masih mennggunakan Bus dan travel, baik yang berjarak dekat maupun jauh. Sebenarnya tidak jadi masalah (untuk saat ini) dengan jarak dekat, misalnya dari semarang – magelang atau Yogya - magelang, tapi akan timbul kejenuhan jika pulang ke magelang dari jarak jauh misalnya Jakarta atau Surabaya, apalagi kalau musim lebaran tiba, lonjakan penumpang meningkat 2 – 3 kali lipat, ditambah kemacetan jalan raya yang bisa menyita waktu berhari-hari selama perjalanan. kemacetan inilah yang menjadi sumber kejenuhan warga perantau.

Disisi lain ada opsi menggunakan kereta api, selain hemat waktu baru-baru ini kenyamanan di dalam kereta sudah dirasakan banyak orang, tapi sayangnya untuk mencapai ke kampung halaman di Magelang warga perantau harus memilih tiga stasiun untuk turun kemudian melanjutkan perjalanan: Stasiun Lempuyangan, Kutoarjo, dan Semarang. saya sendiri akhir-akhir ini lebih memilih menggunakan kereta api dari Jakarta - Yogya, karena hanya satu alasan, saya tidak ingin bermacet-macetan di jalan raya menggunakan bus, jenuh dan capek. Walaupun saya harus menyambung dengan kendaraan lagi agar sampai di Magelang.

Reaktivasi jalur KA Yogya – Borobudur sangat ditunggu-tunggu warga perantau asal Magelang, sebab tak ada moda transportasi massal yang lebih efisien dan ekonomis kecuali kereta api, dan umumnya sekarang orang lebih mementingkan kenyaman termasuk menghindari kejenuhan saat dalam kemacetan. Bukan tidak mungkin, warga perantau asal Magelang yang tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota besar lainnya yang tadinya menggunakan mobil pribadi dan bus antar provinsi  beralih menggunakan kereta api.

Disisi lain ada factor emosional social terhadap reaktivasi jalur KA ini, yakni warga Magelang akan kembali merasakan nostalgia dan kejayaan dari manfaat jalur KA yang sudah dibangun sejak tahun 1898. Cerita-cerita tentang jalur KA Yogya – Magelang yang sering diceritakan oleh kakek nenek tidak akan  menjadi sejarah yang dimuseumkan tapi akan langsung bisa dicicipi oleh anak cucunya.

Semoga proyek reaktivasi jalur KA Yogya – Borobudur sejauh kurang lebih 60 Km ini bisa terealisasikan secepatnya, menunggu 2 sampai 3 tahun tidak akan jadi masalah asal ada kepastian reaktivasi. Saya juga berharap kepada warga yang sudah terlanjur bermukim di sepanjang rel kereta eks spoor untuk bisa diajak kerja samanya, demi tata kelola lalu-lintas transportasi yang teratur, tertib dan bermanfaat bagi warganya.

File berbentuk reaktivasi-ka-mgl-jogja .doc


TAGS Kereta api magelang Jalur kereta api magelang


-

Author

Follow Me