Entrepreneur, MEA 2015 dan Buku From Borneo to Bloomberg

3 Oct 2014

addd6678c184698e6fe99f51a84ced36_img_20140927_003243

From Borneo to Bloomberg adalah buku karangan Iwan Sunito salah satu pengusaha terhebat Indonesia dan sudah diakui oleh Internasional, mengingatkan saya dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, ya beberapa bulan lagi kita akan memasuki pasar bebas ASEAN. Dimana akan terjadi arus perdagangan bebas, yakni masyarakat Indonesia akan dipermudah menjual dagangannya ke luar negri (ASEAN), pun sebaliknya - masyarakat ASEAN tidak dipersulit menjual dagangannya di tanah ibu pertiwi ini.

Tidak hanya kategori barang saja yang termasuk dalam arus pasar bebas, melainkan pasar tenaga terampil atau professional pun juga diikutkan dalam MEA 2015, ya secara garis besar begini; tidak ada aturan pembatasan tenaga kerja asing untuk bekerja di Indonesia, pun sebaliknya kita akan dipermudah bekerja di luar negri (ASEAN). Jadi, kalau tenaga kerja Indonesia tidak memiliki kualitas yang bagus, siap-siap mencari pekerjaan di Negara sendiri akan jauh lebih susah dibanding sekarang, sebab logikanya begini; perusahaan-perusahaan akan lebih memilih tenaga asing professional yang bisa berbahasa inggris dan berbahasa Indonesia (bahasa Indonesia termasuk syarat bekerja di Indonesia) daripada tenaga local yang kemampuannya belum setara dengan tenaga asing. Jadi sudah bisa dilihat kan arah nasib “calon-calon karyawan” dari lokal?

Satu-satunya jalan keluar adalah menjadi Pengusaha atau bahasa kerennya Entrepreneurship! Syukur-syukur bisa seperti bapak Iwan sunito. MEA 2015 sudah jelas sangat menguntungkan para pengusaha, karena pasarnya semakin luas, kurang lebih penduduk ASEAN ada 600 juta. Misalkan jika kita menjual barang dengan laba 100 rupiah saja dan dikalikan penduduk ASEAN maksimal 100 juta maka kita akan mendapatkan keuntungan 10.000.000.000,-!

Kembali ke buku Form Borneo to Bloomberg: Iwan Sunito a Comeback Story and 13 Principles For Succes. Suatu keburuntungan buat saya bisa datang dalam acara bedah buku ini langsung oleh pengarangnya bapak Iwan Sunito di Comma Co-working space, One Wolter Place Lt.3 . Jl Wolter Monginsidi No. 63B Jakarta Selatan. Buku ini sebenarnya sudah di launching sejak awal tahun ini dan terjual lebih dari 3.000 ekslembar. Buku yang menceritakan keuletan perjalanan hidup seorang manusia yang lahir di Surabaya dan hidup di pulau Borneo kemudian melanjutkan kuliah di Autralia untuk mendapatkan gelar Bachelor of Architecture hingga Honours and Masters of Construction Management dari UNSW.

Lalu apa korelasinya dengan MEA 2015?

Dalam buku ini tak hanya menceritakan kisah hidup bapak Iwan, melainkan beliau juga membagi ilmu kesuksesannya sebagai CEO Crown Group yang dituangkan dalam 13 prinsip kesuksesan. Tentunya sebelum kita menjadi seorang pengusaha mempelajari prinsip-prinsip kesuksesan adalah suatu keharusan agar kita tahan banting dalam berusaha. Disinilah peran penting membaca buku Form Borneo to Bloomberg untuk menyongsong MEA 2015.

Yang perlu diketahui dari buku ini adalah, ke-13 prinsip kesuksesan itu adalah pengalaman impiris dari bapak Iwan sunito, artinya pengalaman-pengalaman beliau selama berbisnis property dituangkan dalam point-point prinsip kesuksesan tersebut. Setidaknya dari sini buku beliau sudah ada kelebihan dan keistimewaan, yakni apa yang kita baca bukanlah sekedar motivasi yang direkayasa, bukan kutipan-kutipan yang disadur belaka (walaupun ada sebagian) dari buku-buku motivasi, melainkan benar-benar pengalaman beliau. Karena logikanya begini; kita akan bisa percaya ucapan atau tulisan seseorang dari pengalamannya bukan dari cara mereka bersilat lidah. Dan Bapak Iwan sunito patut dipercaya ucapan dan tulisannya sebab beliau seorang arsitek/bisnismen menjadi penulis (dalam bukunya ini) bukan seorang penulis kemudian baru menjadi arsitek/bisnismen. Right?

Sedikit bocoran beberapa point dari 13 prinsip kesuksesan (kalau mau baca semua prinsipnya, silakan beli di toko buku, hehe) :

Start With The End (prinsip no.1), pertama untuk memulai sebuah rencana kita harus mematok mimpi kita terlebih dahulu, ibaratnya start with the end ini adalah tujuan kita, tapi dengan catatan - tujuan itu bukan sekedar tujuan belaka melainkan tujuan yang memiliki power sebab langkah selanjutnya adalah Find Your Roadmap (prinsip no. 2) yakni dengan tujuan/patokan yang memiliki power tersebut akan memudahkan kita dalam mencari jalan untuk meraih tujuan kita tadi, di point kedua ini kita harus mencari strategi-strategi yang jitu untuk meraih tujuan itu (kesuksesan). Ada pula point kesuksesan lainnya seperti, Success Is An Attitude, Be An Innovator And Not An Imitator, dan masih banyak lagi kutipan-kutipan yang memotivasi di setiap bab ke-13 point-point kesuksesan.

Namun demikian, buku ini full bahasa inggris, bagi temen-temen yang kurang bisa memahami bahasa inggrisnya seperti saya (akhirnya ngaku) nanti buku ini akan dirilis versi bahasa indonesianya juga! Kabar baik kan? Hehe

Buku ini juga cocok buat temen-temen yang punya mobilitas tinggi, yang gak sempat baca buku-buku pengalaman sukses yang panjang lebar itu, karena buku ini lebih mirip buku saku. Jadi bisa dibawa kemana-mana.

Jadi apakah kita sudah siap menyongsong MEA 2015? Dan apakah sudah siap menjadi pengangguran di Negara sendiri? Kalau belum siap mari membentuk jati diri sebagai seorang Entrepreneur yang merajai negara-negara ASEAN dengan membaca kisah hidup dan 13 prinsip kesuksesan ala bapak Iwan Sunito!

Dan jangan pernah bilang bahwa saya tidak mempunyai bakat menjadi entrepreneur, karena pepatah pernah bilang, “…sebab disetiap manusia ada jiwa-jiwa entrepreneurship”.

[kml_flashembed movie="https://www.youtube.com/v/XcFT0cnzZMQ" width="425" height="350" wmode="transparent" /]


TAGS


-

Author

Follow Me