5 Alasan Kenapa Harus Beli Smartphone Andromaz U3

15 Sep 2014

Sebagai orang awam tentang dunia per-smartphone-an tentu tidak ingin ada kekecewaan mendalam setelah membeli smartphone. Apalagi bagi mereka yang ingin beli dengan uang hasil tabungan yang sudah dikumpulkan berbulan-bulan. Sebelum membeli mereka harus teliti sebab smartphone sudah seperti banjir bandang di pasar Indonesia dan harus tanya ke teman, saudara , juga mas-mas counter penjual hape.

Menarik sekali, kebetulan saya menemukan channel youtube yang membahas perbandingan-perbandingan smartphone yang dijual di Indonesia. Channel ini sangat membantu sekali bagi orang-orang awam untuk mendapatkan informasi tentang smartphone yang akan mereka beli.

[kml_flashembed movie="https://www.youtube.com/v/KHlGXyz08pw" width="425" height="350" wmode="transparent" /]

Dari comparing video diatas, saya jadi ingin ikut berpartisipasi dalam bentuk ulasan untuk memberikan referensi buat temen-temen yang ingin membeli sebuah smartphone, yakni 5 hal alasan kenapa harus beli smartphone andromaz U3.

Pertama, Karena Budgetnya.

Buat masyarakat Indonesia menengah kebawah yang notabene penggemar smartphone - budget merupakan factor utama mereka untuk memilih kemudian membeli sebuah smartphone, walaupun ada juga orang-orang menengah keatas yang demikian.

Tidakkah kita sering mendengar celotehan mereka sebelum membeli smartphone? Misalnya, “Wah, smartfren ngeluarin hape baru ya? Kalau tipe ini harganya berapa ya?”. Atau mereka yang menawar di pusat jual-beli hape, “mas.. mas, ini hape harganya berapa ya? Kalau yang ini berapa? Coba yang itu mas, nah iya, berapa harganya? Kok mahal sih mas..” *walaupun kemudian mereka gak jadi beli

Inilah kenapa di tahun 2013 penjualan smartphone di Indonesia bisa mencapai 14.8 juta unit, dan kebanyakan smartphone yang terjual adalah dengan harga yang terjangkau. Survei dari Gfk dikutip dari kompas.

See, kalau ada budget 2.5 juta sampai 3 juta, temen-temen bisa pilih: smartphone Andromax U3 dengan harganya cuma dibandrol 2,099.000 atau Galaxy core duos mencapai 2.499.000.

Kedua, Karena perihal layar dan bentuknya.

826f5c27f83bc8783f908775f590fbed_perbandingan-1

image dokpri


Kalau jaman awal tahun 2000an, pertanyaan berkaitan dengan layar adalah, “hapenya berwarna gak?”.

Tapi kalau sekarang beda, pertanyaannya mengacu pada layar yang terlalu kecil atau terlalu besar sebagai indicator mereka sebelum membeli. Layar yang terlalu kecil susah ketika jari mengetik karena seluruh layar hape dipenuhi keypad sedangkan text editornya terlihat sempit dan kecil bahkan untuk melihat chat atau tulisan dari si pengirim pun tidak terlihat. Disisi lain jika layar terlalu besar misalkan seperti tablet, tentu tidak enak rasanya menempelkan handphone pada kuping saat menerima panggilan telephone.

Andromax U3 layarnya pass sekali, dengan ukuran 4,7inch dan resolusinya 540×960px tidak terlalu kecil justru nyaman dan elegan saat dipegang, modis saat menerima panggilan, kualitas layar terlihat jernih jelas dan masih bagus jika layar dilihat dari kemiringan 178 derajat. Sedangkan Galaxy core duos memiliki ukuran 4,3inch lebih kecil dibanding andromax u3 dengan resolusi gambar hanya 480×800px, tampilannya imut.

Untuk soal bentuk - relatif - karena kesukaan orang terhadap sesuatu itu tidak sama, tapi kalau menurut saya andromax U3 lebih elegan dan modis sedangkan galaxy core duos bisa dibilang chibi-chibi. Dari segi ketipisan andromax U3 jauh lebih tipis yakni cuma 7.2mm dengan berat 99 g dan untuk galaxy core duos 8.95mm dengan berat 124 g, jadi lebih tipis dan ringan andromax u3.

Ketiga, Karena Seberapa baguskah Kameranya.

65acfa8032697a8d71867dfd502d29c5_perbandingan-2

image dokpri

Hape bagus tanpa kamera itu ibarat cowok ganteng tapi jomblo.

Kurang lebih saya ibaratkan seperti itu. Percuma beli smartphone tapi kameranya tidak ada, atau kameranya tidak maksimal dan hasil jepretannya kurang bagus. Sekali lagi percuma.

Disisi lain akhir-akhir ini lagi ngetren-ngtrennya photo selfie atau selfie dengan menggunakan tongsis, kamera depan dalam hal ini sangat berperan penting, jika kamera depan hasil jepretannya kurang bagus tentu percuma beli smartphone mahal-mahal. Right?

Nah, disini Galaxy core duos kebetulan kamera depannya masih VGA artinya masih dibawah MP (megapixel) sedangkan kamera belakangnya 5 MP. Dan untungnya di Andromax U3 kamera depannya sudah dibekali 2MP cukup bagus hasil jepretannya sedangkan kamera belakangnya terbilang sudah oke banget, yakni 8MP, wiiiih.

Dua-duanya baik Galaxy core duos dan Andromax U3 - kamera depan dan belakangnya - bisa untuk merekam gambar serta sama-sama sudah ditanam LED Flash dan Auto Focus. Pada video diatas hasil rekaman video kualitas gambarnya hamper sama, hanya saja kualitas audio andromax U3 lebih bagus dan jernih.

Keempat, Karena seberapa awetkah baterainya.


Survey yang dilakukan oleh IDC melibatkan 50.000 responden online dari kalangan pengguna perangkat Android, iOS dan juga Windows Phone yang tersebar dari 25 negara menyebutkan bahwa yang menjadi prioritas para konsumen adalah daya tahana baterai [sumber].

Baik Andromax U3 dan Galaxy core duos memiliki kapasitas baterai 1800mAh bertipe Li-lon. Rata-rata bisa standby 300an jam, lumayan tahan lama kalau menurut saya.

Dalam hal baterai dua-duanya memiliki kapasitas dan tipe yang sama, artinya gak ada yang lebih unggul dalam hal ini, sebab soal beterai itu kembali kepada si pengguna smartphonenya, bagaimana cara mereka memakainya dan merawatnya, sekali lagi boros dan tidaknya itu relatif.

Sebagai info, jika setiap harinya koneksi internet terus on baterai cepat habis adalah suatu kewajaran, karena akses internet itu berat apalagi berada di lokasi yang low signal.

Kelima, Karena Prosesor dan RAMnya.

77474c857988386a509cc03f75b70ab7_prosesor

Hal ini tak kalah pentingnya juga, karena jika spesifikasi Prosesor dan RAMnya kecil yang ada hapenya lemot, lola dan bawaannya pengen dibanting.

Prosesor ibarat otaknya sedangkan RAMnya itu ibarat ruang berfikir, semakin kualitas otak dan ruang berfikirnya besar maka semakin cepat smartphone itu memprosesnya.

Lagi-lagi dua smartphone ini memiliki kesamaan spesifikasi prosesor dan RAMnya. Prosesornya berkualitas yakni Quad-Core 1.2GHz, GPU Adreno 203 sedangkan RAMnya 1GB. Hanya saja, secara default Andromax U3 sengaja tidak ditanam software tauchwiz (launcher bawaan) seperti halnya Galaxy core duos, sehingga ruang berfikir RAM tidak penuh hal ini memungkinkan andromax U3 lebih bagus pemrosesan dan performanya.

Itulah 5 hal alasan kenapa harus memilih Andromax U3, dengan harga yang lebih terjangkau tapi kualitas tak kalah memukau.

Selain 5 hal alasan tadi masih ada satu lagi komparasi yang dilakukan video diatas, yakni melakukan pengecekan performa mengggunakan aplikasi Antutu Benchmark. hasilnya adalah Andromax U3 memperoleh skor 9961 sedangkan Galaxy core duos skor 8505, tentu skor yang lebih tinggi adalah yang recomended untuk dibeli.

Sebenarnya masih banyak kelebihan dan kekurangan kedua smartphone ini, tapi terkadang manusia bisa jadi ribet sendiri, semakin banyak perbandingan justru semakin mereka bingung, antara pilih smartphone A atau smartphone B.

Kalau menurut saya, 5 hal diatas sudah cukup untuk menjawab dari pertanyaan smartphone seperti apakah yang ideal untuk dibeli? Terkecuali ada indicator/syarat/permintaan lain, misal seperti ingin ada fitur tahan air dikedalaman 100 meter pada smartphone yang mau dibeli. Mereka yang mempunyai indicator seperti ini biasanya lebih mengedepankan sisi kebutuhan, mungkin saja mereka suka diving dan pengen memotret panorama alam bawah laut.

Sebenarnya semua kembali kepada kebutuhan dan budget. Kebutuhannya untuk apa sedangkan budget yang dimiliki punya berapa, atau ada budget segini kira-kira kebutuhan saya sudah terpenuhi atau justru belum terpenuhi.

Mudah-mudahan ulasan saya ini bermanfaat buat temen-temen yang membaca, khususnya mereka yang sedang bingung memilih smartphone.

PS:

Untuk lebih detail silakan cek spesifikasi kedua smartphone tersebut, Andromax U3 dan Galaxy core duos

beberapa gambar saya ambil dari sini [1,2,3]

sumber video dari sini


TAGS


-

Author

Follow Me