Blogger2Hospital berkunjung ke RSUP Persahabatan

3 Jun 2014

Saya memang kalau kerumah sakit selalu tidak lama alias sebentar saja, tapi bukan berarti saya anti rumah sakit, hanya saja kalau ditawari menginap disana untuk kesekian kalinya saya lebih baik mundur pelan-pelan, alasannya simple; rumah sakit itu horror ada ruang jenazahnya. tapi beda soal lagi kalau sedang jaga sanak-saudara sedang dirawat inap. Yang pasti, tak sampai 24 jam saya masih fun (lah) main-main di rumah sakit.

Kali ini saya agak sedikit berubah pikiran, kesan rumah sakit horror itu hilang saat saya mulai jalan-jalan ditaman RSUP Persahabatan (tapi kalau malam tetap kelihatan horror) bersama teman-teman jurnalis warga yang kami menyebutnya “Blogger2 Hospital”. Blogger2Hospital ini adalah komunitas kecil binaan eyang @anjarisme, komunitas yang mengedukasi blogger tentang wawasan standar ke-rumah sakit-an dan pentingnya kesehatan dengan berkunjung ke salah satu rumah sakit yang bersedia dikunjungi untuk diambil semua informasinya kemudian disharing untuk kepentingan khalayak umum, dan peserta blogger2hospital ini sangat terbatas hanya dibatasi maximal 10 orang dengan alasan dikhawatirkan kunjungan kami justru mengganggu aktivitas rumah sakit jika jumlah peserta terlalu banyak.

Jarak yang lumayan jauh dari pamulang city tak menyurutkan saya untuk dating ke RSUP Persahabatan yang terletak di daerah rawamangun jakarta, dengan naik bus APTB nyambung pakek Busway kemudian loncat menggunakan angkot no. 02 saya pun sudah bisa sampai di depan pintu UGD RSUP Persahabatan. Satu hal yang saya bela-bela-in untuk dating adalah karena tema yang dihabas adalah tentang “klinik berhenti merokok”, tentu ini sangat menarik buat saya pribadi.

saat awal dibuka blogger 2 hospital

saat awal dibuka blogger 2 hospital

Saya tertarik dengan penjelasan Dokter Annisa dian (dokter nisa -red), salah satu tim pemenangan capres cawapres klinik berhenti merokok rsup persahabatab, selain memaparkan keburukan dan kejelekan merokok dokter nisa juga ‘halus’ dalam membimbing para perokok yang ingin tobat, misalkan dengan mengedukasi, menasehati dan menyadarkan heart to heart dan penuh perhatian, bukan berarti cara kasar tidak boleh, tapi menyadarkan perokok dengan hati tingkat keberhasilannya jauh lebih besar disbanding dengan cara kasar, toh mereka juga akan lebih memahami bahwa merokok tidak sebatas dilarang melainkan benar-benar meracuni paru-paru dan membunuh diri secara perlahan.

dokter nisa

dokter nisa

Bagi yang tertarik dengan dokter nisa klinik berhenti merokok rsup persahabatan, silakan kunjungi penjelasannya disini karena tidak cukup satu postingan untuk menjelaskannya, yang pasti saya akan menceritakan pengalaman-pengalaman saya selama tur disana.

Mencoba Carbon Monoxide (CO) Analyzer

ciee tangannya dokter nisa ciee :3

ciee tangannya dokter nisa ciee :3

Ini adalah alat yang dikeluarkan oleh doraemon dokter nisa dari kantong beliau. Alat kecil untuk mengukur kadar CO yang terdapat dalam paru-paru manusia. Cara penggunaannya mudah, cukup dengan meniup/menghembuskan nafas kedalam alat ini maka secara otomatis akan keluar angka (nilai) digital sebagai indicator kadar CO. jika nilai ppm nya kurang dari 4 maka masih terbilang normal, tapi jika diatas 4 sudah tidak normal, artinya kadar oksigen lebih kecil disbanding CO didalam paru-paru dan sangat membahayakan kesehatan.

Nah, karena saya mencoba alat mungil ini, maka saya tidak malu-malu untuk membeberkan ‘aib’ saya. Saya tahu, kalian yang baca postingan ini pasti penasaran kan? Yaudah saya kasih tahu,… etapi, kasih tau gak eaaaaaa?!! (silakan caci maki ke alai an ku). Nilai ppm saya, 8. Seketika itu saya langsung lemas lalu memohon panjang umur sehat santosa dan jodoh yang shalehah nan cantik kepada Allah SWT.

Sedikit kaget sih, tapi saya tanyakan ke dokter nisa, “dok, adakah yang lebih buruk dari ini?”, “dulu pasien saya ada yang nilai ppm nya 40, dia perokok berat rokoknya yang kretek tanpa filter” jawab dokter nisa. “hah 40?!”, saya terheran, ” bisa jadi yang di test bukan manusia, tapi knalpot bajaj” lanjutku sambil tertawa.

setelah main ‘dokter-dokter-an’ dengan dokter nisa selesai, tidak lama perawat senior Ibu Marsaulina menjelaskan tentang PMO (pengawas menelan obat) penyakit TB (Tuberkulosis). Kalian pasti akan bertanya, kenapa minum obat harus diawasi dan ada pengawasnya? Karena sering kali pasien TB tidak patuh minum obatnya. kenapa tidak patuh? Ya banyak faktornya, salah satunya karena bosan, bosan karena penderita TB selama 6 - 1 tahun harus minum obat secara teratur tidak boleh absen, sekali minum harus 18 obat dalam sehari. Ya, 18 obat. Maka dari itu perlu PMO seperti ibu marsaulina.

Dilanjutkan ibu lena selaku humas rsup persahabatan, mendampingi kami untuk jalan-jalan keliling rumah sakit.

Masuk ke ruang isolasi flu burung. agak deg-deg-an karena takutnya ada burung didalam sana yang nanti ketularan flu saya.

catatan: tak sebarang orang boleh masuk.

catatan: tak sebarang orang boleh masuk.

Bahkan anggota keluarga sendiri saat mengantarkan pasien yang terkena flu burung tidak diperbolehkan masuk, cukup berhenti dipintu masuk gedung isolasi. ngeri ya.

4082ffb18705959dc77069078d91e4d5_img_20140531_114406-copy bdfb02f26cbfde4f00a7c9fb0a6d9e9c_img_20140531_114418-copy

Gambar diatas bukanlah pintu ajaib doraemon, melainkan body clean petugas saat dan setelah memerika pasien yang terjangkit flu burung dalam satu ruangan.

Kenyang dengan kengerian ruang isolasi flu burung, oleh ibu lena kami diajak jalan-jalan ke taman rsup yang ada didalam rumah sakit, jika desain rumah sakit umumnya daerah jakarta bergedung tinggi, justru di rsup ini jauh dari kesan beton-beton seperti lainnya,..

b8aaf5a07a012594eed50c4579250130_img_20140531_115401-copy 0820b3f4bf515e1cc01d50c2c337ed35_img_20140531_120249

d119de4cadb8a562c43940dc7eabf1b0_img_20140531_120425 dff1d2ffbb48fa60d957cc3e3935a4a7_img_20140531_120056

Kalau mau ke ruang jenazah belok kanan mas…

Kata ibu lena, RSUP Persahabatan ini sedang gencar-gencarnya membuat 1000 biopori diseluruh area rumah sakit, ini adalah bentuk kepedulian lingkungan rsup untuk jakarta go green.

Selain rumah sakit go green RSUP Persahabatan juga punya klinik penderita susah/kelainan tidur. misalkan bagi mereka yang sering ‘mengorok’ atau insomnia.

e123189ea2dffb0744e2b8f871958120_img_20140531_121434

kalau penyakitan, tidur aja harus belajar coy

f4ffc9590887447e7fe2dddfb3e211fe_img_20140531_121503

Sesuai standar international, minimal sebuah rumah sakit modern itu harus punya kamar pasien yang berkelas Super VIP, dan rsup memiliki dua kamar.

0ea4d4e85c7c22b54f8ef11a2069b9a4_img_20140531_123327

sepertinya model hari ini mas reza -.-

6e0ef49787b25ca1990fc8ec004df9b3_img_20140531_123514

ce543131064b88555ba0129ebe08cd89_img_20140531_123353cc747b67a78e560123899cbee48e7211_img_20140531_123341

Setelah puas dengan bermain-main di RSUP Persahabatan, kami rombongan dibawa lagi ke lantai 2 untuk menunaikan ibadah makan siang.

Satu hari yang banyak pengalaman dan wawasan bagi saya pribadi tentunya, melihat secara dekat sebuah rumah sakit yang banyak fasilitas, go green dan berskala internasional. ini adalah pertama kali saya ikut #Blogger2Hospital tapi saya justru semakin ketagihan untuk ikut lagi rombongan eyang @anjarisme keliling rumah sakit berikutnya.


TAGS #blogger2hospital rsup persahabatan


-

Author

Follow Me