Patuhi Aturan OAT dan PMO, Tuberkulosis Sembuh.

4 May 2014

Tuberkulosis

Perlu diketahui. Dari tahun 1993, WHO menyatakan kalau TB (Tuberkulosis) merupakan suatu keadaan darurat global bagi manusia. Karena itu WHO membuat sebuah pengendalian penyakit TB yang sering disebut dengan DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) dan strategi ini terbukti efektif dalam realisasinya, akan tetapi gaya hidup dan perilaku masa kini membuat penyakit TB di masyarakat masih sangat tinggi. Ya diperkirakan sejak tahun 2003 terdapat kurang lebih 9,5 juta kasus baru TB, dan sekitar 0,5 juta orang meninggal karena penyakit TB (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2011).

Oke. Sekarang kalau kita lihat situasi penyakit TB di Indonesia sendiri, menurut data dari WHO 2010 ternyata Indonesia berada pada ranking ke-5 dengan beban penyakit TB tertinggi di dunia! Estimasi prevalensinya (jumlah penderita TB pada kondisi waktu tertentu) 660.000 kasus pertahun dan estimasi insiden berjumlah 430.000 kasus pertahun dan jumlah kematian yang diakibatkan TB kurang lebihnya 61.000 kematian pertahun (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2011).

Dengan tingginya kasus penyakit TB di Indonesia tentunya hal ini menimbulkan banyak pertanyaan, salah satunya adalah apakah penyakit TB ini susah disembuhkan? Atau apakah penyakit TB ini TIDAK BISA DISEMBUHKAN?

Jawabannya setelah jeda komersial sebagai berikut:

Penyakit Tuberkulosis (TB) BISA DISEMBUHKAN.

Jelas kan?, bi-sa di-sem-buh-kan. Apalagi kalau kita mengutip hadits dari Imam Bukhori dan Muslim yang bunyinya, “Setiap kali Allah menurunkan penyakit , pasti Allah akan menurunkan obatnya.”. dan kalau kita ingat salah satu FirmanNya dalam Q.S As-Syu’ara:80, “Dan apabila aku sakit, maka DIA (Allah) akan memberikan kesembuhan..”.

Dalil diatas tentunya sudah bisa menjawab kegelisahan hati dan pikiran atas keyakinan kesembuhan penyakit TB, tinggal bagaimana cara untuk menyembuhkan penyakitnya karena sebagai manusia yakin atau berdoa saja tidak cukup, harus dibarengi dengan usaha.

Dalam ebook yang dikeluarkan oleh Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan RI yang bejudul Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Tuberkulosis (PCUPT) menjelaskan bahwa FAKTOR KEBERHASIALAN KESEMBUHAN penderita penyakit TB paling utama adalah kesadaran diri untuk mematuhi aturan OAT (Obat Anti Tuberkulosis).

OAT itu apa sih?

Obat Anti Tuberkulosis merupakan salah satu paket obat yang diberikan kepada penderita TB secara gratis dalam bentuk kombipaks dan Fixed Dose Combination (FDC) dan disebarkan ke semua propinsi se Indonesia (Surat Keputusan Nomor 1190/Menkes/sk/2004).

Untuk mendapatkan OAT ini penderita bisa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Sekali lagi, gratis.

Keseriusan pemerintah dalam menanggulangi penyakit TB ini tentu tak akan berhasil jika hanya ‘bertepuk sebelah tangan’ artinya penderita TB tidak mematuhi aturan OAT yakni minum obat teratur dan tuntas, ketika penderita tidak patuh maka dampak akibatnya gagal sembuh atau bisa jadi (maaf) meninggal.

Dalam buku yang disebutkan diatas (PCUPT), penyebab ketidakpatuhan penderita TB adalah pemakaian obat dalam jangka panjang dan jumlah obat yang diminum banyak, sehingga menimbulkan kebosanan atau jenuh. Maka perlu kesadaran diri dan spirit hidup agar kesembuhan bisa tercapai.

Karena kepatuhan meminum obat sangat penting dan terpenting agar tercapainya kesembuhan, maka khusus penderita TB harus ada PMO (Pengawas Minum Obat). *lama-lama ribet ya? Kita harus positif thinking, kalau suatu hal itu dibikin ribet ya jadi ribet, tapi kalau dibikin mudah ya mudah, semua tergantung dengan motivasi dan semangat hidup penderita TB. Mangats!

PMO itu adalah seseorang yang bertugas mengawasi dan mengingatkan minum obat penderita TB, seseorang yang terus meyakinkan, menyemangati dan memotivasi penderita TB bahwa penyakitnya BISA SEMBUH.

[kml_flashembed movie="http://www.youtube.com/v/r8nZke0t7K0" width="425" height="350" wmode="transparent" /]

video dari www[dot]youtube[dot]com/user/TBIndonesia

PMO secara khusus adalah petugas kesehatan seperti perawat, tapi bisa juga dari anggota keluarganya sendiri dimana biasanya si penderita TB punya keterikatan emosional yang kemungkinan besar bisa mematuhi aturan OAT. Asal, anggota keluarganya minimal tahu tentang penyakit TB dan tahu apa yang harus selalu disampaikan kepada penderita TB. Misalnya:

  • TB bukan penyakit keturunan, apalagi penyakit sihir dan kutukan,
  • TB mudah disembuhkan dengan berobat teratus dan tuntas,
  • Efek samping obat dan tindakan yang musti dilakukan apabila ada efek samping,
  • Tahu tentang penularan TB dan pencegahannya,
  • Terus memotivasi agar penderita TB tak bosan dengan keadaannya.

Mematuhi aturan OAT bukanlah perkara hal yang mudah dan gampang, jangankan itu terkadang kalau pas hari minggu suruh mandi pagi aja susah, padahal bisa disepakati kalau mandi pagi itu bikin sehat, right? left aja keleus.

Tapi. Sekali lagi. Kesadaran diri patuh minum obat, tuntas dan patuh kepada PMO harus sudah ditanamkan dalam semangat hidup bagi penderita TB, tidak ada kata tidak, harus!

Semoga tulisan ini ada manfaatnya buat pembaca terlebih bagi mereka saudara kita yang sedang di ‘uji’ kesabarannya dengan dihadirkan penyakit TB.

Referensi:

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Strategi Nasional Pengendalian TB Di Indonesia 2010-2014. In T. Y. Aditama, & M. Subuh. Jakarta: Kemenkes.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2005). In D. K. RI, Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Tuberkulosis. Jakarta: DepKes RI.

Obat Anti Tuberkulosis (OAT), http://www[dot]tbindonesia[dot]or[dot]id/2012/03/22/obat/


TAGS #SembuhkanTB Tuberkulosis


-

Author

Follow Me