Haruskah Short Message Service (SMS) dihapus?

9 Mar 2013

Setuju gak Short Message Service (SMS) dihapus? pasti gak setuju ya… tapi kok jarang digunakan bahkan gak pernah? engg…nganuuu….. habisnya gak punya pulsa sih. hasemeleh… :|

ba761f7e19a9bc369e26cb7ddba374b6_sms1

Aku sendiri terkadang suka mengabaikan sms yang masuk di inbox dan lebih memilih mantengin timeline atau whatsapp. Salahkah aku? Secara pribadi aku mengakui salah, tapi pada kenyataannya temen-temen aku juga melakukan hal yang sama sepertiku. Ceritanya balas dendam? Bukan . Tapi karena bosan kali kalau sms terus ya, toh setiap hari hape kita terkoneksi dengan internet yang jikalau dihitung-hitung memang lebih murah mengirim pesan via internet, bukan begitu? (nanti dibawah ada alasanku yang lebih manusiawi)

Atau kita sendiri sudah keasikan dengan berwasapan,berlinean, berwechatan dan ber ber ber yang lainnya. Bahkan saking asiknya kalau ditwitter dan bahkan aku sendiri tanpa terkecuali (kalian juga kan? Heuheu) saat mengirim DM (dirrect message) hasrat mengirim pesannya tak terpuaskan dan akhirnya ditambah dengan melakukan mention hae @nikitomi cek DM ya . kalau kata orang jawa, Ben Piye? (biar apa-red) iya, biar apa sih? Dugaan pertama tentu biar yang dimensyen segera tahu tapi kalau dipikir setiap ada DM masuk pasti ada notification kan? Jadi notification nya buat apa? Ah mungkin biar eksis kan, iya kan? Hayo ngaku! Hahahasamahahaha.

Pernah, suatu saat aku sms ke temanku sendiri, cukup lama sih balasnya sekali balas dia menyuruh aku untuk mengirim sms nya lewat whatsapp dan BBM aja, aku dalam hati Cuma tersenyum karena aku sebenernya udah sering dibalas seperti itu dan gatal pengen aku tulis pengalaman ber-sms di era teknologi canggih seperti sekarang. Dan akhirnya aku menulisnya bukan? Pakek judul Haruskan fitur SMS dihapus? Segala lagi, haha.

Atau kalian pernah mengalami begini, kita mengirim sms dan lama sekali gak dibalas tau-tau yang di sms malah asik berkicau di twitter dan facebook? Pernah gak, pernah. haha. Atau ada juga yang tiba-tiba mention ditwitter marah-marah gegara BBM gak diread atau BBMnya gak dibalas karena gak aktif, kenapa gak sms atau ditelpon aja?

Sekarang jujur-jujuran aja deh daripada nanti ajur, hal pertama yang dilakukan saat akan mengirimkan pesan ke teman atau sanak saudara adalah melalui? Facebook, twitter atau App chat seperti whatsapp, bbm, line kan? Baru setelah semua cara itu gak mendapat respon dari si penerima pesan, fitur SMS difungsikan bak pemain cadangan sepak bola. Heuheuheu.

Kalau dulu sih jaman masih SMA akhir, aku sering membalas dan meladeni sms baik dari temen sendiri maupun dari orang lain yang pura-pura sms nyasar. Tapi, jujur ya sekarang aku bukannya tidak mau membalas sms secara quick time tapi keadaan aku sendiri yang mulai banyak kesibukan dan terkadang kesibukan itu membuat mood aku untuk membalas sms yang kurang greget jadi lama balasnya. Aku lebih senang kalau langsung ditelpon dan aku sendiri kalau kiranya ada sesuatu yang penting untuk langsung dijawab aku memilih untuk telpon langsung daripada sms. Aku menyesuaikan caraku

Kita jangan saling menyalahkan satu sama lain, keberadaan mereka yang mempunyai kesibukan dan lebih mementingkan bersocmed ria karena keiritan dan keasikannya harus diakui apa adanya. Tinggal bagaimana kita mengakali agar pesan yang kita kirim terbaca dan dibalas oleh si penerima pesan, bukan begitu? Misalnya begini, kalau kita sms tidak dibalas coba di DM/Inbox FB atau diwhatsapp, kalau belum juga dibalas coba ditelpon? Ribet kan? Tapi inilah era teknologi canggih, tidak hanya sekali kirim pesan via telegraph seperti jaman dulu yang langsung dibaca tapi harus mengirim pesan kesemua telinga (socmed, telpon) yang mereka miliki.

Bisa dikatakan fenomena-fenomena sms tak terbalas yang paling sering terjadi karena ada dua hal, 1) Karena kesibukan. 2) karena bersmsan via internet (socmed) atau app chat lebih irit dan asik. Kalau kalian memilih nomor dua apakah setuju fitur SMS harus dihapus?


TAGS sms socmed sosial media sms dihapus


-

Author

Follow Me