
Manusia, ya manusia. Akhirnya aku tertawa kecil menyebut kata Manusia yang dimana aku sendiri juga manusia. Dalam bahasa jawa Manusia adalah Manungso atau bisa diartikan menus-menus kokean duso (orang yang tidak luput/banyak dari dosa).
Hubungan dosa manusia dan judul Curhat Kepada Tuhan adalah serangkaian pengkoreksian diriku sampai klimaks. Yang pada akhirnya aku sendiri mengetahui betapa sesungguhnya Manusia itu tidak luput dengan dosa, termasuk aku.
Berawal dengan berbagai permasalahan yang akhir-akhir ini aku alami membuat kepalaku berat seberat pikiranku yang tak mampu mengkonekkan tubuh untuk berdiri. Aku sadar aku tidak sendirian masih banyak manusia yang aku kenal, yang paling dekat kedua orang tua, kakak, teman kerja maupun kampus. Aku bisa saja mencurhatkan apa yang aku alami kepada mereka, semua.
Tapi tidak untuk aku yang sekarang, aku lebih damai melihat ortu senyum tanpa memikirkan permasalahan anaknya, aku lebih dekat dengan teman kerja dan kampus tanpa permasalahan yang mereka ketahui dari aku, aku lebih erat dengan saudara-saudaraku tanpa mereka tau aku seadang susah. Mungkin nanti, ya nanti, seseorang bidadari yang punya plat nomor B 1 S dari 71 bidadari Surga yang bakal mengetahui semua permasalahanku yang baik dan buruk, senang dan susah, dan semua yang berurusan dengan dunia dan akhirat.
Aku yang sekarang, menyadari. semampu apapun orang yang disekeliling kita memberikan solusi dari permasalahan tidak semuanya berakhir dengan kedamaian hati. Ya, hati.
Mereka mampu memberikan motivasi seSuper mungkin atau seindah kata dari seorang pacar atau istri solehah, tapi tidak semuanya berakhir dengan ke-istiqamah-an menjalankan motivasi itu.
Mereka mampu memberikan sedikit rizki mereka untuk menambah kekurangan kita membeli emas, tapi tidak semuanya berakhir dengan kepuasan/Bersyukur.
Dan aku yang sekarang, saat kehausan dipadang pasir Sahara membutuhkan pengendali hidup dari panasnya terik cobaan, yang dapat memberikan Kedamaian,Ke-istiqamah-an dan Kepuasan/Bersyukur. Maka tak ada yang mampu meberikan itu semua kecuali aku mencurahkan isi hati itu semua kepada Allah SWT.
Dalam shalatpun aku terngiang akan permasalahanku sehingga klimaksnya pun aku menyadari bahwa ini adalah dosaku, dosa yang aku perbuat sendiri sehingga aku haus dengan Kedamaian,Ke-istiqamah-an dan Kepuasan/Bersyukur.
Apakah saat aku Curhat kepada Tuhan itu logis? Dan sia-sia begitu saja? Padahal Aku tak mendapatkan kata-kata bijak dari Tuhan, aku tak mendapatkan langsung harta dari Tuhan, aku tak mendapat usapan tissue untuk membersikan air mata, dan aku tidak mendapatkan apa-apa!
Tidak !, itu logis dan tidak sia-sia, aku ber-IMAN kepada Allah swt, dan aku juga meyakini bahwa aku diciptakan oleh Tuhan, bukan siapa-siapa, sebab itu aku bisa lebih memahami dan menyadari bahwa Yang Menciptakan Lebih Maha Tahu daripada Yang diciptakan . sekali lagi ini logis dan tidak sia-sia, aku Curhat kepada Tuhan karena Dzat-Nya yang Maha Tahu, Sekalipun itu aku diam! Sekalipun itu aku meneteskan air mata.
Benar-benar tak ada yang mampu memberikan solusi yang berakhir Kedamaian,Ke-istiqamah-an dan Kepuasan/Bersyukur kecuali curhat kepada Tuhan,Noted!
Setelah curhat ,dengan tidak sengaja aku membaca bukunya Usman Syihab yang berjudul Obat Kuat Iman. Pada bab Menepis Kesusahan Dengan Doa.
Disana dituliskan bahwa Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berpesan:
Sesungguhnya hati itu mempunyai kekasatan yang tidak dapat dihaluskan kecuali dengan kembali menghadap kepada Allah.
Hati mempunyai kesedihan yang tidak mungkin diusir kecuali dengan perasaan sukacita yang terpancar dari makrifat kepada Allah swt dan hubungan baik dengan-Nya.
Hati juga mempunyai kegelisahan yang tidakdapat ditenangkan melainkan dengan berhimpun bersama Allah dan lari mendekat kepada Allah.
Dalam hati juga menyimpan api yang membakar jiwa yang tidak mungkin dipadamkan ridha pada perintah, larangan dan ketetapan Allah swt, serta kesabaran dalam menghadapi aneka cobaan hidup hingga kelak kemali kepada-Nya.
Hati juga mempunyai keinginan yang besar yang tidak dapat dihentikan kecuali bila hati hanya menjadikan Allah sebagai Tujuaannya.
Hati pun memiliki kepapaan yang tidak mungkin dicukupi melainkan dengan cinta pada Allah, berdzikir dan ikhlas kepada-Nya. Dan andai seluruh Dunia ini diberikan untuk mencukupi kekurangan itu niscaya tidak akan pernah mencukupi.
Ada lagi seseorang yang pernah aku Tanya, kamu pernah curhat ke Ortu?, belum, trus kesiapa?, teman, tapi gak semuanya, trus yang gak semuanya itu kamu curhatkan kesiapa dan dimana?, Kepada Allah,sehabis shalat,
Itu berarti dia sadar hanya kepada Allah swt lah yang mampu memberikan solusi terbaik, karena Allah lah yang tahu kemana dirinya mau dibawa dan menjadi seperti apa.
Pm: percakapan diambil intinya.
created 22:00 pm


















berkunjung ,.. salam kenal,..
nggeh sami sami
oasenya mantep mas bro..
sudut pandang yg tepat, merupakan pencerahan bagi saya.
thx