Catatan Lebaran Hari Ke-2

10 Aug 2011

Hari ke-1

Seperti biasa hari pertama Lebaran aku muter-muter desa untuk meminta maaf dan silaturahmi, sampai-sampai kaki ne lempoh (baca: radang melepuh) dan perut pasti selalu kenyang karena setiap kali masuk rumah orang pasti gak boleh keluar rumah kalau belum makan Nasi (kebiasaan kami kalau lebaran selain saling maaf-maafan juga disuruh makan dan itu wajib hahaha)

Hari ke-2

Next day, lebaran kedua seperti bisa aku dan Bapakku,ibukku,masku, mbakku, kucingku *lo? Pergi ke rumah simbah, hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu karena keluarga kami akan berkumpul semua, kelaurga kami tidaklah sekaya dan sepunya orang bilang *emang siapa yang pernah bilang kamu kaya? Simbah mempunyai 5 anak ,15 cucu,15 menantu,30 Besan dan anaknya cucu (alias cicit) ada dua .

kalau pas lebaran kedua ini, wuiihhh suasana sangat meriah kalo pagi kayak pasar pagi, kalo malam udah kayak pasar malam, apa lagi yang masih kecil-kecil ada yang nangislah, ketawalah,,,paling sebel kalau yang kecil-kecil bilang mas, mas, mas tom, Ampaunya mana? Jlegerrrremang gw bapak lu ape! Terpaksa aku harus ngluarin beberapa uang receh receh koin seratusan, limaratusan hahahalicik ya aku.

Keinginan Simbah

Sederhana dan berprinsip yang penting kumpul dan sehat selalu . itulah yang sering diutarakan simbah Uti dan kakung, simbah Uti hanya ingin anak dan cucu mereka selamat dan bisa berkumpul bersama-sama dan baginya hal inilah yang membuat hati dan jiwa simbah Uti tentram dan bahagia di masa usia senjanya.

Simbah Kakung pun juga seperti itu, dia juga ingin sekali melihat cicitnya yang udah berjalan 4 tahun yang riang gembira menemani simbah, walaupun hanya beberapa hari saja.

Bakar-bakar

Lain lagi Prinsip aku dan kakak-kakakku, ya jujur se, aku tetap mengedepankan Kebersamaan keluarga besar ini saat lebaran, tapi yang namanya masih muda ya hehe Prinsip dan misi aku lebaran kedua adalah BAKAR-BAKAR weleh weleh..keren bukan?!! Tapi bukan bakar-bakar rumah ya, aku dan kakak-kakakku pengen sekali nangkap tu ayam dan bebek yang sengaja dipelihara simbah untuk disantap saat lebaran seperti ini. Ayam dan bebek inilah yang akan kami bakar.

Pernah saat itu, Ayam dan bebek-bebek sangat susah ditangkap merosot sana-merosot sini ckckckck pakek kolor tu bebeknya !. Sampai lama menangkapnya ehh ujung-ujungnya simbah sendiri yang nangkap tu bebek memang kalau PAWANG itu lebih menguasai Medan Perang!.

Acara selanjutnya adalah Bakar-bakar! hemmmmantabbb sore-sore sambil lihat pemandangan dibelakang rumah yang anggun dan cantik yaitu terlihat gunung sumbing dan hamparan pohon-pohon pinus dipinggirnya. Membuat daging yang dibakar GOSONG terlihat empuk dan ingin sekali secepatnya aku makan.

Malam hari

Kalau acara malam hari kami sengaja di kumpulkan dalam satu ruangan, karena rumah simbah kami sangat kecil,diruang tamu digelar kasur dan disediakan TV. Kami tidak merasa ini adalah suatu kekurangan tempat tinggal simbah tapi justru ini adalah suatu keistimewaan dalam suatu kebersamaan keluarga.

Perpisahan

Esok hari pass lebaran ke tiga, seperti biasa aku, bapakku, ibukku, masku,mbakku, kucingku,,,*lo kemarin jadi dibawa ya tom? Pulang berpamitan kepada simba. rasa haru dan isak tangis kerinduan membasahi suasana..dan lagi-lagi dengan posisi simbah Uti berdiri yang sudah tidak tegak lagi menghampiriku,sambil berbisik Hati-hati ya Nang (panggilan kesayangan simbahku) ini ada uang simpan buat jajan . aku menjawab, mbah Uti, tomi udah gak lagi minta-minta sama mbah Uti, justru sekarang tomi yang ngasih ke mbah Uti, ya..

simbah Uti memelukku penuh dengan kerinduan dan kasih sayang seorang nenek kepada cucunya

sekian cerita diary lebaran keduaku beberapa tahun yang lalu

Suasana hampir sama- image by google


TAGS ngaBLOGburit


-

Author

Follow Me