Rolasan di Akun Twitter

15 Mar 2011

Perbincangan sama mas Anjari atau lebih enak disapa Eyang di Twitter Jadi pengen saya tulis di blog saya ini,.

Perbincangan yang gak seru tapi renyah *maksudnya apa ya?* membuat pribadi saya melayang pergi ke suasana Nostalgia. Kebetulan perbincangan itu terjadi saat ROLASAN, apa itu rolasan? Nahh istilah inilah yang akan saya tulis di blog saya ini.

Sebelumnya istilah Rolasan, pernah dan mungkin sampai sekarang masih ada. Di jadikan Progam televisi lokal yaitu di JogjaTV, disini ada maksud yang lebih kenapa mereka menggunakan Rolasan sebagai Lakon Atau judul Progam mereka, selain moto Chanel mereka adalah untuk Uri-uri (Baca: melestarikan) budaya daerah tepatnya Jawa, maka Rolasan tepat sekali untuk mendekatkan progam itu ke khalayak masyarakat lokal Jogja, Magelang dan sekitarnya …

Lanjut ke Akun Twitter :

Eyang bercuit-cuit (baca: ng-twit) di akun twitter @anjarium :

Klo sy ngerti rolasan, klo lautan nggak :d RT @PamanTyo: @blontankpoer Suwun, sy pikir lautan dan rolasan sama. ..

Liat eyang ng-twit saya balas cuit-cuit..:

Rolasan (jawa-red) itu makan siang..cocoknya untuk saat saya sehabis mencangkul di sawah hehe RT @anjarium @PamanTyo @blontankpoer

eyang balas :

iya. di kmpung saya jg gitu. bentar lg “pacitan” RT @tomyyanto_mj @PamanTyo @blontankpoer re: rolasan itu makan siang

sampai disini saya, mulai terbawa emosi ke Nostalgia….

saya balas :

pacitane ketela rebuss :( dan sumonggo “unju’an-ne” @anjarium @PamanTyo @blontankpoer re: iya. Dikampungku

Eyang bls lagi :

Nah ada lg ‘laden’ ntar ’sambatan’ nilai2 itu kok ndak nemu disini :( RT @blontankpoer: tepat! laden… RT

Di twit eyang yang terakhir ini saya tambah merasakan bahwa eyang juga sedang merindukan istilah-istilah itu muncul atau paling tidak terdengar dikupingnya.

Di perbincangan tadi banyak istilah-istilah seperti Laden, Sumonggo, Unju’an-ne, Sambatan, Pacitan, Dan Rolasan. Itu adalah istilah-istilah orang jawa saat berbincang.

Jujur saya rindu sekali dengan istilah ROLASAN, Rolasan sendiri adalah istilah atau sering diucapkan oleh mereka mayoritas orang jawa tulen disaat mereka akan beristirahat siang atau makan siang setelah bekerja. Boleh saja dan sah-sah saja rolasan di ucapkan oleh semua elemen status dari mentri sampai petani. Tapi bagi saya rolasan sangat melekat dan bersahabat untuk mereka seperti para petani, buruh di pasar juga para kuli bangunan yang juga sering menggunakan istilah rolasan itu. tentunya berbicara tentang orang jawa *siapa tahu orang sunda,batak juga menggunakan istilah itu hehe*

Rolasan mengandung makna kebersamaan, saling mengingatkan dan juga memper-erat kerjasama team (saat bekerja dimulai) dan masih banyak lagi.
Berbicara soal Nostalgia tadi, memang rolasan itu sudah saya katakan ia melekat dan bersahabat bagi orang bawah . Beri contoh semisal ketika siang jam 12.00 datang, semua petani dari yagn mencangkul sampai yang membajak sawah saling mengingatkan dengan mengucapkan:

yooo…rolasan, rolasan..wes mangsane macit (pacitan)’

yang lainpun juga menyaut :

‘ayyooo….wes di gawakke pacitan karo mbok wedok, ndang rolasan, rolasan..’

rolasan11

Hehe, benar-benar saya jadi terharu karena saya basicnya juga dari pedesaan. Dan pernah juga ketika saya menjabat sebagai KULI bangunan di Jakarta (6 bulan lebih cuy..hihi)

Ketika waktunya jam makan siang kita saling mengingatkan dengan menggunakan istilah Rolasan. Saat itu udara memang panas tapi tak menyurutkan kami para kuli untuk ngopi disiang hari, gak tanggung-tanggung kopi hitam, karena dengan ngopi setelah istirahat siang dan perKULIan di mulai kami akan semangat lagi hehe.

Sederhana se…menu Rolasan pada waktu itu…cuma nasi ma sayur dan paling cuma godokan (rebusan) ketela jalar dan kopi…di sela-sela menyantap hidangan Rolasan itu, kami bercanda gurau, ya bercanda tentang perkerjaan yang sering ada kekonyolan-kekonyolan entah ketika bawa semen jatuh, ngecat yang gelepotan sampai meng-Gosip pembantu-pembantu aduhai di komplek perumahan. Huft kenangan yang indah dah..

rolasan2

So,istilah ROLASAN atau makan siang tau juga istirahat siang setelah dari aktifitas bekerja memang perlu di Uri-uri (baca: dilestarikan) tentunya kita yang ber-RAS jawa. Karena bagi saya istilah dari tanah kelahiran saya adalah kekuatan sendiri untuk memandang kesuksesan dengan optimis di dunia perantauan ini. Karena ditanah kelahiranlah saya yakin akan kembali dan berbahagia disana kelak.

Buat Eyang, saya gak tau panjenengan orang jawa apa bukan tapi cuit-cuit di akun twitter panjenengan membuat saya kembali memiliki hal yang ajaib memberantas kesuntukan di daerah yang penuh Polusi dan metropolis ini.

Oke…sekian dulu, ditulis sejam kemudian setelah perbincangan dengan Mas Anjari eyang di akun twitter.


TAGS Budaya


-

Author

Follow Me